4 Tips Menghindari Ulah Kontraktor Nakal

Kontraktor nakal akan selalu mencari dan memanfaatkan celah, seperti salah satunya tidak menyelesaikan proses pembangunan sesuai waktu yang telah disepakati. Nah, agar hal ini tidak terjadi, saat pembangunan berlangsung Anda tidak bisa lepas tangan dan menyerahkan pembangunan sepenuhnya kepada kontraktor.

Selain memberikan desain bangunan yang Anda inginkan serta spesifikasi material yang dibutuhkan, tetapkan juga time table (agenda progress report) dan deadline (tenggat waktu) yang harus dipenuhi kontraktor. Anda juga wajib memantau jalannya pembangunan dan memastikan bahwa pengerjaan dilakukan sesuai waktu yang telah ditetapkan.

2. Tetapkan spesifikasi material dengan jelas dan detail sejak awal

Kontraktor nakal juga bisa mengambil keuntungan dengan menurunkan kualitas material bangunan. Untuk mengantisipasi kejadian ini, tetapkan spesifikasi di awal dengan jelas dan detail, mulai dari bentuk, ukuran, hingga nomor seri bahan jika diperlukan. Spesifikasi ini harus disetujui oleh kontraktor dan tertuang dalam dokumen keketatan hukum.

Awasi keadaan di lapangan secara rutin agar tidak terjadi penyelewengan. Jika Anda menemukan penyelewengan, maka Anda berhak menegur kontraktor untuk membangun sesuai perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.

3. Pilih kontraktor yang memiliki reputasi baik

Tentu Anda tidak menginginkan permasalahan muncul dan menghambat proses pembangunan. Salah satu contoh kenakalan kontraktor lainnya adalah terlambat membayarkan material bangunan yang digunakan kepada supplier. Bisa-bisa, supplier mendatangi Anda dan menagih haknya kepada Anda. Padahal, Anda sendiri sudah melakukan pembayaran kepada kontraktor. Untuk itu, pastikan kontraktor yang Anda pilih benar-benar mempunyai reputasi yang baik dengan cara menelusuri rekam jejaknya terlebih dahulu.

4. Jangan mudah tergiur dengan tawaran kontraktor murah

Kenakalan kontraktor yang paling sering dijumpai adalah melarikan uang pemilik bangunan. Biasanya, saat pemilik sudah telanjur memberikan uang muka dan uang pembangunan semenjak awal kepada kontraktor, pihaknya kemudian hilang begitu saja.

Agar kejadian ini tidak menimpa Anda, sebaiknya jangan mudah tergiur dengan tawaran kontraktor murah. Cari kontraktor yang memang benar-benar memiliki reputasi baik dan legalitas yang jelas. Kontraktor resmi dan legal tentu memiliki alamat dan data-data yang jelas. Hal ini pun akan memudahkan Anda saat terjadi masalah dan menyelesaikannya dengan kontraktor.

Selain itu, hindari melakukan pembayaran langsung dengan nominal yang besar di awal. Lakukan pembayaran sesuai dengan progres pembangunan yang terjadi di lapangan. Jangan mudah percaya dan awasi terus proses pembangunan atau renovasi hunian Anda. Sebelum Anda rugi, sebaiknya cegah risiko masalah mulai dari awal.


Sumber:
http://ekindokarya.co.id/blog/4-tips-menghindari-ulah-kontraktor-nakal
https://www.arsitag.com/article/l

Baca juga:  Pengertian Arsitek