Pengertian dan Dampak Positif Arsitektur Hijau

Dampak Positif Arsitektur Hijau

Pengertian Arsitektur hijau

Pengertian arsitektur hijau adalah strategi meminimalisir dampak negatif dari pembangunan guna menjaga kelesatrian lingkungan. Konesp ini disebut juga konsep arsitektur berkelanjutan. Tujuannya untuk melestarikan lingkungan agar tetap layak huni bagi generasi penerus.

6 prinsip yang mempengaruhi arsitektur hijau

  1. Pemanfaatan Energi
    Sebelum dan sesudah mendirikan bangunan tetap memperhatikan pemakaian energi. Jadi arsitektur hijau harus memanfaatkan energi secara hemat dan cerdas.
  2. Penyesuaian Iklim Lingkungan Setempat
    Merencanakan bangunan dengan menyesuaikan iklim supaya bangunan tetap ramah lingkungan. Contohnya memangun rumah di pantai dengan jumlah jendela banyak agar tetap sejuk. Kemudian membangun dinding rumah lebih tebah untuk lokasi rumah beriklim dingin supaya tetao hangat.
  3. Pemakaian Sumber Daya Daur Ulang
    Pemakaian sumber daya yang membahayakan ekosistem hendaknya dihindari. Misalnya mengurangi menggunakan barang baru dan menggantinya dengan bahan daur ulang.
  4. Peran Bangunan Bisa Optimal
    Bangunan yan tidak menerapkan arsitektur hijau bisa membahayakan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu pembangunan harus memperhatikan faktor kesehatan, kenyamanan, dan keamanan.
  5. Pemenuh Kebutuhan Para Penghuni
    Mendirikan bangunan tidak hanya memperhatikan lingkungan semata, namun tetap bisa memenuhi kebutuhan sang penghuni.
  6. Penerapan Secara Keseluruhan
    Konsep arsitektur hijau harus diterapkan secara keseluruhan. Tidak sebatas menghemat energi guna mengjaga kelestarian lingkungan.

Sumber:
https://www.dekoruma.com/artikel/91788/pentingnya-konsep-arsitektur-hijau
https://theayoma.co/news/2016/11/23/pentingnya-konsep-arsitektur-hijau-ramah-lingkungan
https://eticon.co.id/konsep-arsitektur-hijau/
https://arsitektur-indonesia.com/arsitektur/arti-arsitektur-hijau-menurut-para-pakar

Baca juga:  7 Cara Menjadi Kontraktor Pemula