Perbedaan Kontraktor dan Pemborong

Blog_Perbedaan Kontraktor dan Pemborong

Dalam memilih penyedia jasa yang tepat untuk membangun atau merenovasi rumah anda, anda bisa menggunakan jasa kontraktor atau pemborong untuk proyek bangun atau renovasi rumah. Apa perbedaan dari kontraktor dan pemborong? Mari kita bahas dalam postingan ini.

RUANG LINGKUP KONTRAKTOR

Kontraktor adalah suatu badan hukum atau badan usaha yang dikontrak untuk menjalankan proyek pekerjaan berdasarkan isi kontrak yang telah disepakati oleh kontraktor dan pemilik proyek.

Jasa kontraktor memang lebih sering digunakan untuk proyek berskala besar, seperti pembangunan real estate, Mall, Jalan, ataupun Bandara. Proyek-proyek besar tersebut seringkali dikerjakan oleh kontraktor karena berbagai alasan, salah satunya karena mereka merupakan badan usaha yang sudah memiliki sertifikasi atau licensi resmi.

Untuk pembangunan atau renovasi hunian tempat tinggal, jasa kontraktorlah yang dapat diandalkan. Dalam mengerjakan proyek, Kontraktor sesuatu yang lebih diluar pekerjaan mereka yang malang melintang di dunia kontruksi. Kelebihannya, yaitu pekerja didalam kontraktor harus memiliki minimal 2 orang tenaga ahli profesional yang memiliki SKA (Sertifikat Keahlian) dengan kualifikasi Ahli Madya (gelar vokasi yang diberikan kepada lulusan diploma 3).

Dalam proses pekerjaan proyek rumah, kontraktor akan melakukan beberapa kali pertemuan dengan calon pelanggan untuk membahas Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Surat Perjanjian Kontrak Kerja (SPK) dan melakukan survey ke lokasi proyek rumah tersebut. Saat survey biasanya kontraktor akan melakukan pengukuran lebih detail, sehingga perhitungan untuk membuat SPK menjadi lebih akurat.

Proses pekerjaan proyek rumah yang menggunakan jasa kontraktor memang membutuhkan lebih banyak persiapan dari pelanggan, hal inilah yang membuat pekerjaan kontraktor lebih terstruktur. Sehingga jika terjadi kesalahpahaman pada saat proyek berlangsung, customer dapat merujuk kepada SPK yang telah dibuat bersama kontraktor.

 

SISTEM PEMBAYARAN KONTRAKTOR

Bagaimana sistem pembayaran pada kontraktor. Pada umumnya, cara yang digunakan jasa kontraktor adalah sistem termin (bertahap). Namun, ada juga sistem pembayaran secara cost and fee.

 

PEMBAYARAN TERMIN

Sistem pembayaran termin dibagi menjadi empat tahap yang dibayar sesuai progress proyek. Sebelum memulai proyek, umumnya Anda diharuskan untuk membayar uang muka atau Down Payment (DP) Sebesar 20-30% dari nilai kontrak. Setelah memberi DP, kontraktor akan memulai pekerjaan proyek Anda. Pada saat pekerjaan sudah mencapai 50%, maka pembayaran kedua akan dilakukan. begitupun pembayaran berikutnya.

 

PEMBAYARAN COST AND FEE

Dengan sistem pembayaran Cost and Fee kontraktor bertindak sebagai pengelola proyek. Kontraktor yang memakai sistem ini akan mengambil 10% dari nilai proyek sebagai upahnya.

Sebelum melakukan perjanjian dengan pelanggan, kontraktor sudah harus menyiapkan anggaran dan jadwal hingga cash flow proyek bisa terlihat dan pelanggan dapat mengetahui berapa anggaran yang harus di siapkan setiap bulannya. Jumlah biaya nya berbeda-beda karena yang dikerjakan setiap bulannya juga berbeda

Dengan sistem pembayaran ini, biaya setiap bulannya bisa lebih kecil atau lebih besar dari yang dianggarkan. Jika ada anggaran yang tersisa, maka akan digunakan untuk bulan depan, sedangkan jika kurang, akan ditagihkan dibulan berikutnya.

 

RUANG LINGKUP PEMBORONG

Selain jasa kontraktor, ada satu lagi penyedia jasa yang dapat digunakan untuk menjalankan proyek bangun atau renovasi rumah, yaitu jasa pemborong. Bagaimanakah sistem kerja pemborong dan apa perbedaannya dengan jasa kontraktor? Jawabannya akan kita jelaskan di paragraf berikut.

Jasa pemborong terdiri dari pekerja yang sudah berpengalaman dibidang kontruksi bangunan rumah. Perbedaan yang biasanya paling menonjol dibanding jasa kontraktor adalah pemborong tidak memiliki izin usaha resmi dan tidak berbadan hukum. jasa pemborong umumnya dikelola secara individu dan seringkali tidak ada kesepakatan diatas hitam putih, perjanjian yang dibuat hanya dalam kesepakatan secara lisan.

Jasa kontraktor lebih sering mengerjakan proyek dalam skala besar, jasa pemborong umumnya digunakan untuk membuat hunian rumah tinggal dengan budget yang tidak terlalu besar. Banyak di Indonesia yang menggunakan jasa pemborong karena biayanya lebih murah dari pada jasa kontraktor. selain itu, proses pelaksanaan proyek juga tidak terlalu membuat anda bingung, karena memang biasanya mereka melewatkan pembuatan RAB ataupun SPK. Menggunakan jasa pemborong memiliki resiko tersendiri. Karena tidak berbadan hukum, jika nantinya terjadi perselisihan, kecurangan, atau penipuan pada proyek rumah, Anda akan sulit membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

 

SISTEM PEMBAYARAN PER HARI

Jika Anda menggunakan jasa pemborong, Anda harus menetapkan kesepakatan atas besarnya upah pekerja perhari sebelum proyek dimulai. Dalam membuat kesepakatan upah pekerja, Anda dapat menentukan frekuensi pembayaran setiap minggu.

Sebelum proyek bangun atau renovasi rumah Anda dimulai, Anda juga harus memastikan jumlah bahan bangunan yang dibutuhkan agar pekerjaan tidak terganggu.

 

SISTEM PEMBAYARAN BORONGAN

Jika Anda menggunakan jasa pemborong, Anda dapat memborongkan semua pekerjaan termasuk bahan secara total, atau Anda bisa menyediakan bahan sendiri dan hanya membayar upah pekerja saja, semua tergantung dengan kebutuhan Anda.

Keuntungan dalam menggunakan sistem borongan material bahan dan upah adalah Anda hanya perlu memberikan informasi mengenai spesifikasi material bahan yang Anda inginkan. Anda tidak perlu memusingkan mengenai pembelian material bahan, karena pemborong akan melakukan pembelian material dan bahan bangunan serta melaksanakan pekerjaan sesuai dengan yang Anda inginkan. Namun, Anda harus tetap memonitor proses dan harga pembelian material bahan untuk mengurangi kecurangan.

Untuk sistem borongan upah saja, sebenarnya sama seperti sistem harian, hanya saja Anda perlu membeli material bahan bangunan tersebut sendiri. Pada umumnya, pemborong akan menghitung upah kerja berdasarkan gambar dan spesifikasi dengan nilai tertentu, misalnya Rp. 1.000.000,-/m2, yang dikalikan dengan luas bangunan.

Sistem pembayaran ini lebih memberikan kebebasan kepada Anda jika ingin mengganti desain rencana bangunan Anda. Pada dasarnya, sistem borongan upah lebih memberikan kepastian akan besarnya total biaya dan lamanya proses pengerjaan jika dibandingkan dengan sistem harian. Umumnya, pengerjaan proyek dengan sistem borongan upah juga lebih cepat dari segi waktu.

Sumber

Baca juga:  Pengertian Arsitektur